Konsultasi Jabodetabek : +62 821-4664-5837
Konsultasi Luar Jabodetabek : +62 822-1978-8877

Belum Punya Lahan? Ini Tips Melakukan Transaksi Pembelian Lahan

Belum Punya Lahan? Ini Tips Melakukan Transaksi Pembelian Lahan

  22 Januari 2021
Oleh Fairus Rizki Nurrahmawati, S.Ars

Setelah membaca artikel mengenai tips memilih lahan untuk rumah tinggal, mempelajarinya dan telah menemukan lahan yang sesuai kriteria, kini saatnya Anda melakukan langkah nyata dengen membeli lahan pilihan. Bagi Anda yang bingung bagaimana membeli lahan yang baik dan benar, jangan khawatir karena kali ini Emporio Architect akan membagikan tips melakukan transaksi pembelian lahan.

Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, untuk melakukan transaksi pembelian lahan maka Anda perlu memastikan legalitas dari lahan yang akan dibeli sehingga tidak tertipu modus sertifikat palsu. Berikut beberapa hal yang perlu digaris bawahi terkait pengecekan legalitas.

  1. Cek keaslian bukti kepemilikan tanah. Seperti yang telah diinfokan pada artikel sebelumnya, Anda bisa memakai jasa notaris untuk mendatangi Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan mengurus segala berkas atau menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku untuk mengecek keaslian sertifikat kepemilikan lahan. Dengan begitu Anda bisa mengetahui apakah pihak yang menjual tanah kepada Anda merupakan pemilik asli serta mengetahui kelegalan tanah yang diklaim.
  1. Cek status pemilik. Anda juga perlu mengecek status pemilik tanah agar terhindar dari sengketa tak berujung. Jika pemilik sudah menikah, maka pastikan transaksi pembelian disetujui bersama pasangan. Bila pasangan pemilik lahan sudah meninggal, maka wajib sertakan pula akta kematian. Sedangkan bila pemilik telah bercerai, maka lampirkan Surat Penetapan dan Akta Pembagian Harta Bersama yang menyatakan lahan memang merupakan hak milik penjual lahan dari pengadilan.
  1. Cek detail lahan. Tak kalah penting, Anda perlu mengecek detail lahan, mulai dari menyocokkan berbagai informasi dari sertifikat lahan terkait lokasi, bentuk dan ukuran asli lahan, kejelasan titik patok dan batas-batas lahan, dan lain sebagainya agar semuanya jadi jelas dan tidak ambigu.

Setelah mengecek legalitas lahan, memilih lahan sesuai artikel berjudul ‘Tips Memilih Lahan untuk Rumah Tinggal’ serta menemukan lahan yang cocok, maka selanjutnya Anda perlu membeli dan mengesahkannya. Berikut tata cara transaksi pembelian lahan yang benar dan sah menurut hukum.

  1. Siapkan berkas persyaratan

Sebelum melakukan transaksi lahan, pertama-tama kedua belah pihak yaitu Anda dan pemilik lahan perlu menyiapkan berbagai berkas persyaratan, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) bagi Anda sebagai pembeli lahan. Sedangkan penjual alias pemilik lahan perlu menyiapkan sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual, Kartu Tanda Penduduk (KTP), bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (STTS PBB), Surat Persetujuan dan Kartu Keluarga.

  1. Mendatangi kantor pejabat pembuat akta tanah

Setelah semua berkas persyaratan siap, maka Anda dan pemilik lahan perlu datang bersama ke kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sambal membawa semua berkas persyaratan untuk membuat Akta Jual Beli tanah (AJB). Jika di daerah Anda belum terdapat PPAT, maka camat bisa berperan sebagai PPAT sementara sesuai PP No. 37 Tahun 1998.

  1. Pembuatan Akta Jual Beli lahan (AJB)

Agar transaksi pembelian lahan benar-benar sah & legal sesuai hukum, maka PPAT terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat kepemilikan lahan ke kantor BPN sesuai pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997. Kemudian, pemilik lahan juga harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) bila harga jual tanah melebihi Rp. 60.000.000,00 (60 juta rupiah) dan membayarnya di Bank yang telah ditunjuk. Setelahnya, pembeli dan penjual lahan juga perlu menandatangi penyataan.

Agar AJB bisa dibuat, maka penjual atau pemilik lahan dan Anda sebagai calon pembeli lahan perlu hadir di kantor PPAT dengan sedikitnya 2 orang saksi. Anda sebagai calon pembeli lahan juga boleh diwakilkan dengan orang yang memiliki kuasa dan memegang surat kuasa tertulis. Kemudian, PPAT akan membacakan dan menjelaskan isi pembuatan akta jual beli lahan. Bila isi akta sudah disetujui kedua belah pihak, maka akta tersebut ditandatangani oleh penjual lahan, calon pembeli lahan, saksi-saksi serta PPAT. Dengan demikian, Akta Jual Beli tanah (AJB) pun sah dimana 1 lembar asli disimpan di kantor PPAT sedangkan 1 lembar asli lainnya disampaikan ke kantor BPN untuk didaftarkan (balik nama). Penjual dan pembeli lahan mendapatkan salinan sertifikat AJB asli.

  1. Segera Sahkan

Setelah AJB dibuat, PPAT harus menyerahkan beberapa berkas ke kantor BPN untuk keperluan balik nama sertifikat lahan selambat-lambatnya tujuh hari sejak ditandatanganinya akta tanah. Adapun berkas yang perlu diserahkan ke kantor BPN adalah: surat permohonan balik nama yang ditandatangani pembeli, AJB dari PPAT, sertifikat hak atas tanah milik penjual, KTP pembeli dan penjual, bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh) serta bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Nantinya, setelah berkas tersebut diserahkan ke Kantor BPN, pihak BPN akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, yang kemudian diserahkan kepada pembeli. Setelah itu, nama pemegang hak kepemilikan tanah yang baru (pembeli) akan ditulis pada buku tanah & AJB lalu dibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani Kepala Kantor BPN. Dalam 14 hari pembeli bisa mengambil AJB yang sudah diganti menjadi atas nama pembeli di kantor BPN.

Demikian tips melakukan transaksi pembelian lahan. Setelah membaca artikel tadi, kini Anda sudah siap membeli lahan baru. Nah, apabila nantinya Anda sudah memiliki lahan dan siap membangun rumah tinggal di lahan tersebut, jangan lupa konsultasikan desainnya bersama Emporio Architect.

Baca Juga:
Kini Giliran Anda untuk Membahagiakan Keluarga dengan merencanakan Desain Rumah yang Sehat, Aman, Indah & Nyaman
KONSULTASI DENGAN CS KAMI

Konsultasi Jabodetabek

Konsultasi Luar Jabodetabek

Form Order

Alamat Kantor Jakarta

DBS Bank Tower Lantai 28, Ciputra World Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940
Jasa Arsitek Jakarta
Google Map Emporio Architect Jakarta

Alamat Kantor Bali

Jl. Tukad Unda VIII No.8A, Panjer, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80234
Jasa Arsitek Bali
Google Map Emporio Architect Bali

Alamat Kantor Bandung

Jl.Pasir Huni Raya No.05 RT 01 RW 09, Kelurahan Regol, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Jawa Barat 40254
Jasa Arsitek Bandung
Google Map Emporio Architect Bandung

Alamat Kantor Yogyakarta

Jl. Sadewa No.58E, Tegal Rejo, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Jasa Arsitek Yogyakarta
Google Map Emporio Architect Jogja

Alamat Kantor India

World Trade Centre, Lantai 22, Brigade Gateway Campus Unit no 2201, No26/ 1, Dr.RajKumar Road, Malleswaram(W) Bangalore 560055
Architect in Bangalore - India
Google Map Emporio Architect India

Ikuti Kami

Emporio Architect adalah Perusahaan Jasa Arsitek yang berkantor di Jakarta, Bandung, Jogja, Bali dan India, cakupan pelayanan seluruh Dunia, bisa 100% online.

Hubungi Kami
Konsultasi Jabodetabek : +6282146645837
Konsultasi Luar Jabodetabek : +6282219788877
Penawaran dan Kerja Sama : +6288809690854
Kritik, Saran dan Pengaduan : +6282146847758

Konsultasi : infoCHARACTER SEQUENCE@emporioarchitect.com
Penawaran : penawaranCHARACTER SEQUENCE@emporioarchitect.com

          Chat