Dilema Jasa Desain Renovasi Rumah

Pagi itu telepon genggam saya berdering, ringtonenya adalah koin yang bergemerincing, koin yang bergemerincing artinya uang datang, telepon yang masuk berarti uang yang datang.

Logikanya seperti itu, pada prakteknya tidak

Diujung sana, suara bapak bapak menyapa mengenalkan diri, menyampaikan jika beliau membutuhkan jasa desain arsitek.

" Ya pak, ada yang bisa saya bantu?..." sapa saya tidak kalah sopan dengan operator pesan antar KFC langganan

" Saya punya rumah tua, ingin direnovasi, saya butuh jasa arsitek dan kalau bisa jasa pengerjaannya sekaligus, berapa biayanya..? dan bagaimana prosedurnya..?" sahut beliau ramah.

"Bapak ingin renovasi sebagian atau renovasi total ..?" tanya saya meyakinkan.

"Renovasi sebagian saja mungkin mas,...saya hanya butuh sebagian saja, hanya mempercantik saja.." sahut beliau lagi.

Permasalahannya "renovasi sebagian" itu buah simalakama, tidak diambil tidak dapat duit, kalau diambil kerjaannya sulit.

Sulitnya bukan di masalah teknis,..sulit yang saya maksudkan adalah sulit mendapatkan hasil yang perfect.

Saya termasuk cerewet untuk urusan hasil akhir, itu sebabnya saya selalu dan selalu menekankan kepada klien untuk mencari kontraktor yang bagus untuk menjaga komunikasi dan pemahaman supaya di lapangan nanti hasilnya baik.

Masalahnya renovasi sebagian memiliki masalah masalah "bawaan" yang sulit untuk dipecahkan via gambar saja , salah satunya :

  1. Masalah struktur,

Jika saat mendesain dari awal, atau keadaan tanah kosong, kami akan membuat denah dahulu, kemudian mewujudkan tampak, lalu baru kemudian meletakan struktur.

Sedangkan pada kasus renovasi sebagian, struktur bangunan lama sudah ada, sehingga sulit sekali membuat kreasi yang impresif, karena terhambat struktur tadi,

logikanya, jika anda ingin membuat patung kuda, tapi diberikan rangka jerapah, maka patung kuda anda akan aneh bin ajaib,...

  1. Masalah kekuatan struktur,

Pada dasarnya struktur bangunan harus saling kait mengait, kolom diikat oleh sloof, sloof ditopang oleh pasangan batu kali, kolom mengikat balok, balok menahan plat lantai dan seterusnya,...kolom ibarat tulang, sloff ibarat otot, jika tidak saling mengait, maka jika ada gerakan horisontal, dijamin bangunan akan roboh.

  1. Masalah style oriented,

Sudah saya utarakan berulangkali bahwa akar desain kami adalah style villa tropis dengan corak Bali, syle ini punya pakem sendiri, ada aturannya dan ada ukur ukuran yang harus diikuti supaya bisa muncul "Taksu" nya ( kalau austin powers bilang "mojo" nya, atau master yoda bilang "the force", ha ha), masalahnya, dengan bangunan sebagian sudah berdiri akan sangat sangat sulit untuk menciptakan suatu "satu kesatuan desain yang utuh".

Saya tidak asal bicara, pengalaman saya telah memberikan pelajarannya.

Berbekal penjelasan diatas, saya terpaksa menampik permintaan beliau.." sebelumnya terima kasih sudah menawarkan pekerjaan ini kepada kami pak, hanya saja nanti hasilnya tidak akan sempurna, sehingga kami pastinya tidak enak dengan klien, kecuali nanti jika bapak ada keinginan membangun dari tanah kosong, kami bisa membantu..." begitu pungkas saya.

Untungnya beliau paham, kemudian mengakhiri pembicaraan seraya mengucapkan salam.

Setelah pembicaraan usai, pikiran saya kembali jernih, sambil bersyukur bahwa saya tidak mengambil pekerjaan yang hasilnya tidak akan sempurna,

Masalahnya bukan di bayaran, saya tidak pernah memperhitungkan pembayaran, tapi ini masalah hati, masalah kepuasan,...kalau klien puas, saya ikut happy, kalau hasilnya tidak bagus, saya ikut malu.

Jadi, sekali lagi, saat ringtone koin bergemerincing saya berbunyi .....,saya paham, itu bukan berarti selalu uang yang datang,..

 

Ida Bagus Gede Sasra Bhanutama, ST
Principal Architect of Emporio Architect